Fwd:


---------- Pesan terusan ----------
Dari: <sigombakindah@yahoo.com>
Tanggal: 5 Mei 2016 00.26
Subjek: TRS:
Kepada: Newsigombak@gmail.com



-----Pesan Asli-----
Dari: sigombakindah@yahoo.com
Terkirim:  05-05-2016, 00.23
To: Newsigombak@gmail.com
Subjek:


Isu SARA kembali mencuat di panggung politik Jakarta. Penggusuran warga kampung Luar Batang disebut-sebut upaya Ahok untuk menghancurkan umat Islam.

Isu ini bermula dari pernyataan Yusril Ihza Mahendra tentang penggusuran kawasan Kampung Luar Batang. Dikutip dari tempo, Yusril meminta Pemprov DKI membatalkan penggusuran itu.

Menurut Yusril, permukiman dengan makam dan Masjid Keramat Luar Batang merupakan satu kesatuan. "Kalau cuma tinggal masjid, makam, dan lapangan parkir, gimana itu hubungannya?" tuturnya seperti dilansir tempo.

Yusril meminta pemerintah memahami kultur keagamaan di mana ada masjid, ada makam, dan ada pula warga. Jika yang tersisa hanya masjid, ia khawatir Masjid Luar Batang akan seperti Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah.

"Candi Borobudur kan ratusan tahun enggak ada warganya. Coba lihat di sekitar Borobudur, ada enggak penganut agama Buddha? Penduduknya Islam semua. Lama-lama Pak Ahok mau bikin Masjid Luar Batang jadi Candi Borobudur, he-he-he...." kata Yusril.

Pernyataan Yusril itu langsung disimpulkan Netizen sebagai upaya untuk Ahok menjauhkan umat Islam dari Masjid. Salah satunya, netizen dengan nama akun Facebook Nita Ainul Hayati.

Kkkkkk

Pemilik akun FB Hasbi juga menyimpulkan penggusuran itu untuk melemahkan peranan Masjid. Komentar Hasbi diamini oleh Taddy Suprijadi melalui akun FBnya.


Bagikan: Facebook